Minggu, 13 Oktober 2013

ya Allah aku takut jatuh cinta??

cinta..
saat cinta itu datang, aku takut.. aku senbunyi dibalik hitamnya bayangan ku..
aku takut.. aku takut mengenal cinta, rintihan ku dalam hati.
namaku juita cahya bachtiar, aku dikenal dgn nama putri, tapi di kalangan teman-teman ku alumni pesantren mereka mengenalku dengan sapaan utti, nama utti bersal dari putri..
aku, adalah salah satu wanita yg phobia dgn cinta..entah kenapa aku sangat takut jatuh cinta, saat teman2 ku sudah mulai mengenal cinta dan pacaran aku masih saja bermain dengan teman2 kecil ku yang berumuran 14-15 tahun.. sementara umurku sudah 17 tahun.
aku adalah wanita yg di kategorikan tomboy, hoby ku adalah maen basket dan gaya berpakaian ku jg agak berantakan gk feminim sperti teman2 ku yg lain.. tapi anehnya ketika pemilihan mayoret akulah yang di tunjuk menjadi mayoret itu.. dri sekian banyak yang mau menjadi mayoret akulah yang terpilih..
 oh.. tuhan.. kali ini aku akan mengungkap rahasiaku.. baiklah,baiklah sang pembaca setia story of juita.
kisah cinta ini kita mulai sejak aku duduk di kelas 1 SMA saja yah.. soalnya wktu usia ku SMP itu aku belum tau yang namanya cinta waktu itu saja usiaku masih 13 tahun.
baiklah kita mulai saja yah ceritanya. hehehe.. aku adalah santriwati(siswi pesantren) yang dikategorikan sebagai santri yang pemalas bagaimana tidak, aku selalu bangun paling lambat kalau solat subuh,dan selalu paling lambat mandi.. tapi itu semua tidak menghambat ku di bidang akademik, alhamdulillah. waktu SMP nilai akademik ku bisa di katakan sangat standar tapi setelah SMA aku berusaha menjadi yang terbaik dan memperbaiki nilai-nilai ku waktu SMA demi membanggakan bundaku, karena bundaku adalah seorang singel parent dan akulah satu-satunya anak perempuan di dalam keluargaku. aku 4 bersaudara memiliki 2 kakak laki dan 1 adik laki-laki. waktu SMA adalah waktu paling gemilang menurutku, ketika pembagian raport SMA aku melihat peningkatan nilai ku yang melonjak tinggi aku merasa sangat bahagia, ternyata memiliki ilmu itu sangat bermanfaat, selain bisa mengajarkan teman-teman juga bisa mengjar adik-adik di pesantren, sewaktu aku di kelas 1 SMA aku masih mendapatkan ustadzku alumni dari mesir yg ber gelar UST.LUKMAN,LCI.MA gelar yg tidak semua org bisa mendapatkan nya beliau yang mengajar tentang tafsir Al-qur'an aku sangat suka mengartikan al-qur'an aku sangat tertarik dengan arti-arti dari al-qur'an tersebut terlebih dalam beberapa surah di antaranya:
Dalam Al-Qur’an disebutkan:
Allah S.W.T berfirman, “Perempuan yang jahat untuk lelaki yang jahat dan lelaki yang 
jahat untuk perempuan yang jahat, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk perempuan yang baik.” (an-Nur’:26)
 
“Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 49).

“Maha Suci Tuhan yang Telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (QS. Yaasiin36).

terlebih dalam ayat ini menjelaskan bahwa dianjurkan untuk menikah dan jangan takut menikah sebelum sukses.karena Allah akan membantu hambanya untuk mensejahterakan keluarganya.

Dan kawinkanlah siapa saja di antara kamu yang masih bujangan, baik pria maupun wanita, atau siapa saja di antara hamba sahayamu baik pria atau wanita yang sudah sepatutnya dikawinkan. Jika mereka dalam kemelaratan,  Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kemurahan-Nya. Allah Maha luas pemberiannya lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur: 32)


alhamdulillah luar biasa indahnya bisa mengenyam pendidikan di pondok pesantren.
ketika itu aku masih duduk termenung sambil berangan-angan apa yang di maksud dengan cinta bagaimana rasanya mencintai lawan jenis, apakah cinta harus berpacaran? setelah ku  dalami dan ku baca dri beberapa sumber buku islami yg membahas tentang arti berpasang-pasangan itu ternyata aku menemukan suatu kalimat yg membuat ku terkejut," islam mengharamkan pacaran"!!??
hah? kalimat ini mebuatku terkejut, lalu aku melanjutkan bacaanku, ternyata dalam islam memang tidak mengenal pacaran, islam hanya mengenal ta'aruf(perkenalan).
dari buku inilah aku tau bahwa pacaran dalam islam.itu tidak di benarkan karena pacaran bisa menimbulkan fitnah, dan zina.
suatu hari di depan mesjid terjadi kericuhan, ternyata temanku kedapatan  kabur bersama dengan pacarnya, dan parah pacarnya ini adalah anak pesantren putra yang satu yayasan dengan pesantrenku. wahhh.. siap-siap saja ketahuan.
temanku ini kedapatan masuk kampus di antar oleh pacarnya malam-malam, padahal anak pesantren tidak boleh keluar masuk tanpa seizin wali kelas dan keluar dari kampus harus orang tua/keluarga yang menemani. peraturan di pesantren ku memang agak ketat waktu itu tamu-tamu yang datang di pesantren ku harus membawa kartu tamu jika ingin bertemu dengan santriwati di pesantren kami. itu pun waktu berkunjung tamu tidak boleh diatas jam 9 malam.
setelah tragedi pelarian yang di lakukan temanku akhirnya semua ank kelas 4 atau kelas 1 SMA harus di periksa satu persatu, kami diperiksa jangan sampai ada yang bawa HP lagi, karena HP sangat tidak boleh di bawa ke pesantren karena hal inilah yang menyebabkan terjadinya kerusakan akhlak santriwati. dan ternyata benar rata-rata temanku membawa hp, oh..my god.. maklum saja lah mereka sedang puber.
dan AKU??? hahahaha.. aku tenang-tenang saja.. aku kan gak bawa hp jadi tenang saja.
belum selesai sampai disini, hp temanku yg di tangkap tadi disita dan di berikan ancaman akan di jual dan uang hasil penjualan hp mereka akan di sumbangkan ke pesantren. aku sempat tertawa melihat ekspresi wajah temanku mendengar berita buruk itu bagaimana tidak, mereka semua marah-marah dan teriak "huuwww.. pesantren tidak adil. kami kan baru kali ini bawa hp masa langsung di jual??" yah.. seandainya sudah berkali-kali bawa hp yah.. boleh disita" akhirnya mereka yang membawa hp komplen kepada wali kelas kami.
stelah mereka komplen kembali mereka dapat semburan panas dari sang wali kelas.
***
ketika matahari terbenam, sang rembulan pun muncul di tengah kegelapan malam.
saat angin berhembus, saat cinta menanti dan saat kehidupan telah lengah di telan keindahan gemerlap sang malam, tiba-tiba  terdengar suara "aaaaaaaaaaaaaaaaaaaargghhhh...... tolooongg...
suara itu memecah konsentrasi ku yang telah menulis puisiku. ternyta suara itu berasal dari kamar sebelah.. semua teman-temanku berlari melihat kejadian apa yang terjadi, ternyaata salah satu dari teman kami kesurupa.
" adek-adek.. dian,aulidha, abel, tolong panggil  ibu aji dan ust.hikmah di rumahnya" ucap kakak pembina kami yang sedang gugup menghadapi orang kesurupan.
ketika ibu aji datang menghampiri teman kami yang bernama venesa dia melihat ada keganjalan pada vanesa ini. dan benar saja ternyata vanesa ini terkena guna-guna dari mantan pacarnya.
ibu aji pun memercikan air ke wajah vanesa,
setelah vanesa sadar dia ditanya-tanya seputar kisah cintanya.
dan ternyata dia memiliki mantan pacar yang masih selalu meburu-buru cintanya. akhirnya ibu aji menasehati kami bahwa jangan mudah memberikan cinta mu kepada laki-laki yang belum tentu menjadi suami mu karena sesungguhnya org yang patut di cintai hanya seorang suami yang bisa di berikan cinta dan ketulusan kasih sayang.
pada malam itu stelah vanesa kesurupan nur agung pun melihat penampkan sosok perempuan di depan pintu wc,diapun  menjadi trauma tidur sendiri yah.. dia adalah anak yang penakut dan manja seperti diriku, akhirnya malam itu karena rasa takutnya agung pun tidur bersama ku dan akupun merasa tak keberatan karena aku juga merasa agak takut. but we are believe Allah always by our side.
Allahu yusallimu..
***






Rabu, 22 Mei 2013

syair cinta senandung tasbih

ya nabi salam alaika... ya habib salam alaika...
aku merindukan sosok kekasih sang pemimpin, pemimpin yang tangguh, yang bertanggung jawab yang rendah hati dalam kewibawaannya, yang tetap tersenyum walau seribu macam rintangan dgn amanah yang dia emban..
aku merindukan mu, sangat merindukan dirimu yang begitu jauh.. bahkan sangat jauh di pandang oleh mata, bahkan pelupuk mata pun tak dapat melihatmu..
ya habib... uhibbuka fillah..
hold my hand... 

Jumat, 15 Februari 2013

masalah remaja zaman sekarang



masalah Perubahan sosial seperti adanya kecenderungan anak-anak pra-remaja untuk berperilaku sebagaimana yang ditunjukan remaja membuat penganut aliran kontemporer memasukan mereka  dalam kategori remaja. Adanya peningkatan kecenderungan para remaja untuk melanjutkan sekolah atau mengikuti pelatihan kerja (magang) setamat SLTA, membuat individu yang berusia 19 hingga 22 tahun juga dimasukan dalam golongan remaja, dengan pertimbangan bahwa pembentukan identitas diri remaja masih terus berlangsung sepanjang rentang usia tersebut.
Lebih lanjut Thornburgh membagi usia remaja menjadi tiga kelompok, yaitu:
a.       Remaja awal : antara 11 hingga 13 tahun
b.      Remaja pertengahan: antara 14 hingga 16 tahun
c.       Remaja akhir: antara 17 hingga 19 tahun.

Pada usia tersebut, tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1.      Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis
2.      Mencapai peran sosial maskulin dan feminin
3.      Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif
4.      Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
5.      Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi
6.      Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja
7.      Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga
8.      Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara
9.      Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial
10.  Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Hurlock, 1973).

Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:
1.      Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.
2.      Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. 


Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya. Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah, penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan bunuh diri, keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis.
Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal, malu, kehilangan harga diri, dan mengalami gangguan emosional.
Bellak (dalam Fuhrmann, 1990) secara khusus membahas pengaruh tekanan media terhadap perkembangan remaja. Menurutnya, remaja masa kini dihadapkan pada lingkungan dimana segala sesuatu berubah sangat cepat. Mereka dibanjiri oleh informasi yang terlalu banyak dan terlalu cepat untuk diserap dan dimengerti. Semuanya terus bertumpuk hingga mencapai apa yang disebut information overload. Akibatnya timbul perasaan terasing, keputusasaan, absurditas, problem identitas dan masalah-masalah yang berhubungan dengan benturan budaya.
Tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang disertai oleh berkembangnya kapasitas intelektual, stres dan harapan-harapan baru yang dialami remaja membuat mereka mudah mengalami gangguan baik berupa gangguan pikiran, perasaan maupun gangguan perilaku. Stres, kesedihan, kecemasan, kesepian, keraguan pada diri remaja membuat mereka mengambil resiko dengan melakukan kenakalan (Fuhrmann, 1990).
Uraian di atas memberikan gambaran betapa majemuknya masalah yang dialami remaja masa kini. Tekanan-tekanan sebagai akibat perkembangan fisiologis pada masa remaja, ditambah dengan tekanan akibat perubahan kondisi sosial budaya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat seringkali mengakibatkan timbulnya masalah-masalah psikologis berupa gangguan penyesuaian diri atau ganguan perilaku. Beberapa bentuk gangguan perilaku ini dapat digolongkan dalam delinkuensi.
            Perkembangan pada remaja merupakan proses untuk mencapaikemasakan dalam berbagai aspek sampai tercapainya tingkat kedewasaan. Proses ini adalah sebuah proses yang memperlihatkan hubungan erat antara perkembangan aspek fisik dengan psikis pada remaja. 

1.      Perkembangan fisik remaja
Menurut Imran (1998) masa remaja diawali dengan masa pubertas, yaitu masa terjadinya perubahan-perubahan fisik (meliputi penampilan fisik seperti bentuk tubuh dan proporsi tubuh) dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas ini merupakan peristiwa yang paling penting, berlangsung cepat, drastis, tidak beraturan dan terjadi pada sisitem reproduksi. Hormon-hormon mulai diproduksi dan mempengaruhi organreproduksi untuk memulai siklus reproduksi serta mempengaruhi terjadinya perubahan tubuh. Perubahan tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karakteristik seksual primer dan karakteristik seksual sekunder. Karakteristik seksual primer mencakup perkembangan organ-organ reproduksi, sedangkan karakteristik seksual sekunder mencakup perubahan dalam bentuk tubuh sesuai dengan jenis kelamin misalnya, pada remaja putri ditandai dengan menarche (menstruasi pertama), tumbuhnya rambut-rambut pubis, pembesaran buah dada, pinggul, sedangkan pada remaja putra mengalami pollutio (mimpi basah pertama), pembesaran suara, tumbuh rambut-rambut pubis, tumbuh rambut pada bagian tertentu seperti di dada, di kaki, kumis dan sebagainya.
Menurut Mussen dkk., (1979) sekitar dua tahun pertumbuhan berat dan tinggi badan mengikuti perkembangan kematangan seksual remaja. Anak remaja putri mulai mengalami pertumbuhan tubuh pada usia rata-rata 8-9 tahun, dan mengalami menarche rata-rata pada usia 12 tahun. Pada anak remaja putra mulai menunjukan perubahan tubuh pada usia sekitar 10-11 tahun, sedangkan perubahan suara terjadi pada usia 13 tahun (Katchadurian, 1989). Penyebab terjadi makin awalnya tanda-tanda pertumbuhan ini diperkirakan karena faktor gizi yang semakin baik, rangsangan dari lingkungan, iklim, dan faktor sosio-ekonomi (Sarwono, dalam JEN, 1998).
Pada masa pubertas, hormon-hormon yang mulai berfungsi selain menyebabkan perubahan fisik/tubuh juga mempengaruhi dorongan seks remaja. Menurut Bourgeois dan Wolfish (1994) remaja mulai merasakan dengan jelas meningkatnya dorongan seks dalam dirinya, misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain dan keinginan untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Selama masa remaja, perubahan tubuh ini akan semakin mencapai keseimbangan yang sifatnya individual. Di akhir masa remaja, ukuran tubuh remaja sudah mencapai bentuk akhirnya dan sistem reproduksi sudah mencapai kematangan secara fisiologis, sebelum akhirnya nanti mengalami penurunan fungsi pada saat awal masa lanjut usia (Myles dkk, 1993). Sebagai akibat proses kematangan sistem reproduksi ini, seorang remaja sudah dapat menjalankan fungsi prokreasinya, artinya sudah dapat mempunyai keturunan. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa remaja sudah mampu bereproduksi dengan aman secara fisik. Menurut PKBI (1984) secara fisik, usia reproduksi sehat untuk wanita adalah antara 20 – 30 tahun. Faktor yang mempengaruhinya ada bermacam-macam . Misalnya, sebelum wanita berusia 20 tahun secar fisik kondisi organ reproduksi seperti rahim belum cukup siap untuk memelihara hasil pembuahan dan pengembangan janin. Selain itu, secara mental pada umur ini wanita belum cukup matang dan dewasa. Sampoerno dan Azwar (1987) menambahkan bahwa perawatan pra-natal pada calon ibu muda usia biasanya kurang baik karena rendahnya pengetahuan dan rasa malu untuk datang memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan.
2.      Perkembangan Psikis Remaja
Ketika memasuki masa pubertas, setiap anak telah mempunyai sistem kepribadian yang merupakan pembentukan dari perkembangan selama ini. Di luar sistem kepribadian anak seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi, pengaruh media massa, keluarga, sekolah, teman sebaya, budaya, agama, nilai dan norma masyarakat tidak dapat diabaikan dalam proses pembentukan kepribadian tersebut. Pada masa remaja, seringkali berbagai faktor penunjang ini dapat saling mendukung dan dapat saling berbenturan nilai.



Selain daripada kondisi keluarga tersebut di atas, berikut adalah rincian kondisi keluarga yang merupakan sumber stres pada anak dan remaja, yaitu:
Keluarga ( Rumah Tangga)
            Dalam berbagai penelitian yang telah dilakukan, dikemukakan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik/disharmoni keluarga, maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian antisosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sehat/harmonis (sakinah).
            Kriteria keluarga yang tidak sehat tersebut menurut para ahli, antara lain:
a.       Keluarga tidak utuh (broken home by death, separation, divorce)
b.      Kesibukan orangtua, ketidakberadaan dan ketidakbersamaan orang tua dan anak di rumah
c.       Hubungan interpersonal antar anggota keluarga (ayah-ibu-anak) yang tidak baik (buruk)
d.      Substitusi ungkapan kasih sayang orangtua kepada anak, dalam bentuk materi daripada kejiwaan (psikologis).

a.       Hubungan buruk atau dingin antara ayah dan ibu
b.      Terdapatnya gangguan fisik atau mental dalam keluarga
c.       Cara pendidikan anak yang berbeda oleh kedua orangtua atau oleh kakek/nenek
d.      Sikap orangtua yang dingin dan acuh tak acuh terhadap anak
e.       Sikap orangtua yang kasar dan keras kepada anak
f.       Campur tangan atau perhatian yang berlebih dari orangtua terhadap anak
g.      Orang tua yang jarang di rumah atau terdapatnya isteri lain
h.      Sikap atau kontrol yang tidak konsisiten, kontrol yang tidak cukup
i.        Kurang stimuli kongnitif atau sosial
j.        Lain-lain, menjadi anak angkat, dirawat di rumah sakit, kehilangan orang tua, dan lain sebagainya.

Sebagaimana telah disebutkan di muka, maka anak/remaja yang dibesarkan dalam keluarga sebagaimana diuraikan di atas, maka resiko untuk berkepribadian anti soial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak/maja yang dibesarkan dalam keluarga yang sehat/harmonis (sakinah).

Kutub Sekolah
            Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik, yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Kondisi sekolah yang tidak baik tersebut, antara lain;
a.       Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai
b.      Kuantitas dan kualitas tenaga guru yang tidak memadai
c.       Kualitas dan kuantitas tenaga non guru yang tidak memadai
d.      Kesejahteraan guru yang tidak memadai
e.       Kurikilum sekolah yang sering berganti-ganti, muatan agama/budi pekerti yang kurang
f.       Lokasi sekolah di daerah rawan, dan lain sebagainya.

Kutub Masyarakat (Kondisi Lingkungan Sosial)
            Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”, dapat merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Faktor kutub masyarakat ini dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu pertama, faktor kerawanan masyarakat dan kedua, faktor daerah rawan (gangguan kamtibmas). Kriteria dari kedua faktor tersebut, antara lain:
a.       Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan)
1)      Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malambahkan sampai dini hari
2)      Peredaran alkohol, narkotika, obat-obatan terlarang lainnya
3)      Pengangguran
4)      Anak-anak putus sekolah/anak jalanan
5)      Wanita tuna susila (wts)
6)      Beredarnya bacaan, tontonan, TV, Majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan
7)      Perumahan kumuh dan padat
8)      Pencemaran lingkungan
9)      Tindak kekerasan dan kriminalitas
10)  Kesenjangan sosial

b.      Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas)
1)      Penyalahgunaan alkohol, narkotika dan zat aditif lainnya
2)      Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal
3)      Kebut-kebutan
4)      Pencurian, perampasan, penodongan, pengompasan, perampokan
5)      Perkosaan
6)      Pembunuhan
7)      Tindak kekerasan lainnya
8)      Pengrusakan
9)      Coret-coret dan lain sebagainya

Kondisi psikososial dan ketiga kutub diatas, merupakan faktor yang kondusif bagi terjadinya kenakalan remaja.remaja indonesia jaman sekrang lebih senangtawuran, merokok, dan melanggar norma-norma lainnya.